KONSEP MASYARAKAT IDEAL MENURUT SWAMI VIVEKANANDA

OLEH ADILSON BARROS DA CUNHA

0 128

Latar Belakang

Pada dasarnya, eksistensi masyarakat merupakan bagian terbesar dari hubungan antar-individu yang kemudian dengan kesadaran yang dimiliki, setiap individu itu berusaha membentuk suatu kelompok yang lebih besar, dan kelompok besar itu dapat dikenal dengan sebutan masyarakat. Masyarakat adalah suatu entitas yang yang dibangun melalui kelompok manusia atau individu yang secara sadar tinggal bersama-sama di suatu tempat dan saling berhubungan. Hubungan manusia yang membentuk masyarakat ini diejawantahkan secara terstruktur dan teratur. Dengan adanya kelompok masyarakat ini, membuat setiap individu di dalamnya dapat dengan leluarsa untuk saling berinteraksi dan bekerja sama. Maka masyarakat adalah  hasil dari interaksi setiap individu yang berada dalam suatu kelompok tersebut.

 Warga masyarakat adalah manusia yang menjalani hidupnya secara bersama. Hidup bersama ini dapat diartikan sama dengan hidup dalam suatu tatanan. Keadaan ini tercipta karena adanya manusia yang hidup saling berdampingan. Masyarakat merupakan setiap  manusia yang dengan kesadaran telah hidup dan bekerja bersama dalam ruang dan waktu yang cukup lama, sehingga dengan kemampuan manusiawi yang dimiliki, membuat mereka dapat mengatur diri mereka serta menganggap diri mereka sebagai suatu persekutuan sosial dengan batas-batas yang sudah dirumuskan secara jelas.

Adanya kelompok masyarakat ini, mau menunjukan esensi dari manusia sebagai makhuluk sosial. Paham manusia sebagai makhuluk sosial ini berlandas pada sosok manusia yang selalu berkembang bersama dengan individu lainnya. Dalam arti ini kehadiran orang lain merupakan hal yang mutlak dan tak terbantahkan. Segala pembentukan diri dan relasi diri pribadi manusia hanya bisa terpenuhi berkat kehadiran pribadi-pribadi yang lain. salah satu hal mendasar bagi manusia untuk hidup bersama dalam masyarakat sebagai perkumpulan mahkluk sosial ini adalah dengan sikap keterbukaan dan penyerahan diri. Mengutip pemimikran dari salah seorang tokoh filsafat bernama Heidegger, bahwa kehidupan sosial manusia dalam masyarakat merupakan sebuah autentisitas, yang mana di dalamnya ada pengakuan keterlibatan dan kesetaraan setiap individu dengan yang lainnya. (Kasdin Sihotang. 2018: 114). Oleh sebab itu hubungan manusia dalam hidup masyarakat dilihat sebagai pribadi manusia yang menyadari bahwa dirinya tidak dapat menjadi dirinya yang otentik jika tampa kehadiran orang lain.

Demikian usaha untuk membangun suatu masyarakat yang ideal adalah sangat penting karena hal ini sangat berkaitan erat dengan kehidupan manusia itu sendiri. Manusia menghendaki agar dalam kehidupan bersamanya dapat tercipta suatu keadilan dan bonum commune sebagai modalitas dalam menjalani kedupannya setiap hari. Namun perlu di kita pertanyakan, bagaimana dapat mewujudkan masyarakat yang ideal itu? Dalam hal ini Vivekananda mengupayakan bahwa agar  masyarakat itu ideal harus perlu memperhatikan manusia bukan secara fisiknya saja akan tetapi harus menyangkut seluruh dimensi kehidupan manusia itu. 

Swami Vivekananda Dan Pemikirannya Tentang Masyarakat Yang Ideal

Swami Vivekanandi adalah seorang tokoh spiritual yang memiliki pengaruh cukup besar dalam ajaran Vendatia dan Yoga. Ia terlahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tanggal 12 januari 1863 di Calcuta India. Baginya masyarakat yang ideal hanya dapat dibangun ketika manusia menyadari sifat aslinya. Gambaran manusia yang muncul dalam filosofi Vivekananda adalah kesatuan yang terorganisir antara jasmani dan rohani. Menurutnya yang nyata dalam diri manusia adalah semacam “pemusatan energi spiritual”. Manusia adalah roh. Tetapi Vivekanada tidak pernah meremehkan pentingnya sifat fisik manusia. Fakta bahwa manusia selalu diminta untuk membangunkan spiritualitasnya, mengandaikan bahwa ada sisi manusia yang berbeda namun serupa dengan sifat spiritualnya. Itu adalah sifat fisiknya. (Conteporary Indian Phylosopy. 2011: 34).

Vivekananda percaya bahwa bahkan dalam kapasitas fisik, manusia lebih unggul dari makhluk lain karena sifat fisiknya lebih terorganisir dan menunjukkan kesatuan yang lebih besar. Kehadiran sistem otak di dalam tubuh membedakan manusia dari setiap spesies lainnya dan memberinya status unik di dunia.  Keunikan sifat fisiknya juga karena adanya spiritualitas dalam dirinya. Vivekananda menggambarkan hakikat manusia yang sebenarnya adalah kekuatan jiwa atau atman. Atman pada dasarnya memiliki dua karakter. Aspek manusia ini mirip dengan kodrat ilahi dan kedua, tidak mungkin bagi kita untuk memberikan gambaran yang tepat tentang aspek manusia ini.

Vivekananda percaya bahwa manusia biasanya melakukan tindakannya karena ketidaktahuan. Dengan perbuatan baiknya, manusia menunjukkan bahwa pada dasarnya manusia itu bebas. Kebebasan berarti penentuan nasib sendiri. Kondisi perbudakan Karma yang terlihat sebenarnya adalah khayalan yang diciptakan oleh ketidaktahuan. Menurut Vivekananda kebebasan mewakili esensi jiwa dan dengan demikian seharusnya tidak benar-benar dalam perbudakan. Menurut Vivekananda, realisasi keabadian jiwa adalah tujuan akhir manusia, keabadian adalah kebenaran tertinggi tentang jiwa. Vivekananda berkata bahwa hanya ketika manusia mampu melewati siklus kelahiran dan kelahiran kembali barulah ia mampu mencapai keabadian.

III. Relevansinya Bagi Situasi Aktual

Globalisasi merupakan arus zaman yang tidak dapa dielakkan oleh setiap individu manusia dewasa ini. Hadirnya globalisasi ini juga memberi hal-hal yang baik bagi keberlansungan hidup manusia. Dimana segala hal yang merupakan produk globalisasi berusaha untuk mempermudah segala aktifitas manusia seperti perkembangan teknologi, sains dan peradaban hidup yang baru. Semuanya itu merupakan hasil globalisasi dalam menunjang segala aktivitas manusia.

Namun tidak dapat dipungkiri juga bahwa dengan hadirnya globalisasi ini juga menimbulkan kemerosotan yang cukup signifikan bagi kehidupan manusia dalam hidup bermasyarakat. Kemerosotan dalam hidup masyarakat dapat kita amati dalam kehidupan sosial masyarakat. Hal-hal yang menandai kemerosotan masyarakat antara lain; sistem pemerintahan yang koruptif, degradasi moral dari kaum muda dan konflik-konflik etika yang berkepanjangan. Semua itu sangat berdampak pada kehidupan manusia secara menyeluruh, maka hal ini sangat menimbulkan jurang dan kekaburan  bagi konsep dan pemahaman tentang masyarakat yang ideal itu. Sebab harapan dari masyarakat yang ideal itu adalah segenap tingkah laku manusia yang dianggap sesuai dengan tatanan manusia, tidak melanggar hukum dan norma-norma yang ada serta terintegrasi lansung dengan tingkah laku umum. Berdasarkan problematika itu maka sangat relevanlah pemikian Vivekananda. Hal-hal yang perlu diperhatikan disini antara lain

Memperhatikan Martabat Manusia

Bagi Vivekananda untuk mencapai kehidupan bermasyarakat yang ideal haruslah terlebih dahulu memperhatikan martabat manusia itu sendiri. Perhatian terhadap martabat manusia itu bukan sebatas pada hal-hal jasmani, tetapi lebih pada aspek rohani manusia. Menurut Vivekanandi problematika masyarakat yang terjadi bukan karena ketidaktahuan manusia akan tetapi kurang atau kedangkalan moral yang merupakan bagian terbesar dari postulat hidup manusia. Kekuatan manusia menurut Vivekananda yaitu bukan terletak pada fisiknya (Rasio) melainkan pada jiwanya (rohani).

Perhatian kepada martabat manusia menjadi penting karena, dalam martabat manusia terkandung nilai, kehormatan dan keterpandangan. Semua ini menjadi hal yang penting dan harus di beri perhatian karena hal-hal tersebut merupakan modalitas yang harus ditampilkan oleh manusia (individu) yang mana memiliki peran dalam kehidupan bersama dalam masyarakat. Masyarakat yang ideal dan baik mengandaikan juga kebaikan bagi martabat setiap individu yang hidup dan bernaung dalam masyarakat.

Pembinaan Kehidupan Spritualitas Manusia

disamping memperhatikan martabat manusia, mimpi besar Vivekanandi untuk mewujudkan masyarakat yang ideal yaitu haruslah memberi pembinaan yang memadai tentang hal-hal yang berhubungan dengan kerohanian manusia. Hal ini bermaksud agar manusia memiliki tanggung jawab moral untuk memperhatikan kehidupan ini secara lebih baik. Dengan tercapainya moralitas rohaniah manusia yang baik, akan berdampak juga bagi kebaikan bersama dalam hidup bermasyarakat. Jika kebaikan bersama dalam masyarakat tercapai maka impian akan masyarakat yang ideal pun terwujud.

Bagi Vivekanandi, pentingnya pembinaan bagi jiwa manusia agar manusia memiliki kesanggupan untuk melihat sesamanya merupakan bagiannya dari dirinya yang harus diusahakan dan bukan lawan yang harus dimusnahkan. Oleh sebab itu baginya, untuk mewujudkan kehudipan bersama dalam masyarakat yang ideal, manusia harus membangun tatanan moral jiwa atau atma atas dasar kehidupan bersama itu. Dengan demikian, manusia akan menghumanisasikan dunia dan masyarakat, menghormati persona manusiawi, juga persona orang lain dan mencari penyempurnaan dalam kehidupan bersama.

Penutup

Untuk mewujudkan masyarakat ideal dan agar terciptanya kesejahteraan masyarakat perlu memperhatikan manusia sebagai subyek dari masyarakat itu. Segala bentuk usaha dan pembinaan harus menyakut aspek manusia secara menyeluruh dan bukan hanya sekedar fisik belaka. Masyarakat yang ideal mengandaikan bahwa manusia yang hidup dalam kelompok masyarakat tersebut terjamin kehidupannya baik secara jasmani maupun spiritualnya.

 

PUSTAKA

  1. Conteporary Indian Phylosopy, (India, Calicut University, Malappuram Kerala 2011).
  2. Sihotang, Kasdin; Filsafat Manusia, Jendela Menyingkap Humanisme, (Yogyakarta, Kanisius, 2018).

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hubungi Saya