Degaradasi nilai moralitas atas ulah siapa?Tekonologi atau kaum remaja

Nama: José Roman Soares

0 171

Degaradasi nilai moralita atas ulah siapa?Tekonologi atau kaum remaja
Nama: José Roman Soares
Pendahuluan
Zaman modern dikenal dengan kemajuan teknologi. Seiring dengan perkembangan teknologi di zaman ini. Banyak hal positif yang dialami manusia. Karena memberikan kemudahan kepada manusia untuk mengakses sekaligus berekspresi. Namun kemudahan yang ditawarkan membuat manusia salah berekspresi dalam memanfaatkannya (meinanto,2022). Tentu, zaman gemerlapan ini sebagian orang yang mengalami kesulitan untuk membedakan yang bernilai dan tidak bernilai. Sehingga di kalangan kaum muda banyak yang jatuh dalam keinginan purba. Fenomena yang sering dijumpai dalam media sosial banyak unggahan yang ditampilkan di facebook , tiktok, dll. sebagian besar bersifat negatif yaitu berupa caci maki, kekerasan fisik dan lebih parah yang berbaur aksi porno.
Di samping itu sebagian kaum remaja yang terjerumus di dalamnya. Mereka beranggapan bahwa sebagai suatu hal yang biasa atau bagian dari zaman. Akan tetapi yang dianggap suatu hal yang lumrah justru memberi dampak yang negatif. Memang benar bahwa Kita tidak dapat membandingkan zaman sekarang dan zaman dulu. Karena zaman sekerang mengalami suatu perubahan yang drastis. Tetapi perubahan- perubahan yang terjadi membuat generasi muda lebih mengutamakan kesenangan pribadi. Tetapi kesenangan pribadi tersebut telah mematahkan nilai dan tatanan moral. Dari fenomena dan persolan di atas dapat dikatakan bahwa perkembangan zaman bukan menjadi penyebab, akan tetapi kaum remaja sendiri yang tidak bijaksana dalam mengadaptasi perubahan zaman. Sehingga menyebabkan merosotnya nilai-nilai moral. berhadapan dengan persoalan ini bagaimana kita dapat mengatasi agar persoalan yang dialami kaum di zaman gemerlapan ini?
Pembahasan
Melihat lebih jauh tantangan yang memengarui pertumbuhan kaum remaja
merosotnya moralitas merupakan suatu tatanan moral yang mengalami penurunan atau degradasi. Karena disebabkan oleh berbagai faktor baik faktor eksternal maupun internal. Faktor eksternal disini berpengaru dari lingkungan hidup. dan faktor internal adalah perkembangangan teknologi dan masuknya budaya asing (Nurlatu, 2021). Dalam faktor lingkungan hidup baik keluarga maupun kehidupan sosial memiliki pengaruh yang besar untuk membentuk seseorang. Karena zaman sekarang merupakan zaman yang terbuka. Dari keterbukaan zaman ini orangtua harus menjadi protektor untuk melindungi serta mengarahkan. Agar anak- tidak salah menempatkan diri dalam pergaulan. Karena zaman sekarang pergaulan pun menjadi suatu tantangan bagi kaum muda banyak kaum remaja yang menikah belum pada umurnya. kualitas hidup seseroang itu dilihat atau ditentukan oleh tindakan-tindakan yang menunjukkan nilai moral (Setiawan,2021). Dalam lingkungan hidup keluarga yang tidak menghidupkan nilai etika yang baik maka dampak negatif sangat besar terhadap anak. Misalnya dalam hal mendidik anak orangtua hanya menggunakan kata-kata yang kasar berupa caci maki atau kekerasan fisik dan kekerasan verbal terhadap anak. Maka pertumbuhan psikolgi anak-anak akan terganggu dan sikap itu akan ditunjukkan dalam perkataan dan tindakan yang tidak sesuai nilai etika (Ningrum,2015).
Fenomena yang terjadi saat ini adalah kaum remaja tidak mau ketinggalan zaman. Meskipun usia mereka yang masih labil dan belum siap menghadapi arus perkembangan zaman. tetapi karena mau mengikuti zaman, maka ini sebagai sebuah ancaman dalam pertumbuhan mereka(Murni, 2021). Perkembangan teknologi telah menyediakan di dalamnya situs-situs yang tidak menunjukkan nilai moral. Data yang tekemukakan oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai berikut dari 4.500 remaja di 12 kota di Indonesia, 97 persennya pernah melihat pornografi, begitu juga di kalangan siswa. Dari 2.818 siswa, 60 persennya pernah melihat tayangan yang tidak senonoh itu (news.republika.com, 2023).
Di samping itu pengaruh dari buadaya asing. karena di era globalisasi di negara yang sudah maju mempromosikan kultur dan budaya mereka lewat telivisi yaitu cara berpakaian dan cara dansa. Realitas ini juga turut memengarui para kaum remaja untuk terjun di dalamnya. Sehingga etika berpakaian dan etika dalam berdansa pun mulai menghilang. Mereka lebih menghidupkan budaya asing yang tidak menujukkan nilai etika yang baik.
Pengertian remaja menurut KBBI (kamus besar bahasa indonesia) merpukan masa transisi dari usia di bawa umur menuju dewasa (KBBI..com,2023). Dalam masa transisi tentu sikap dan tingkah laku mereka pun akan berubah secara drastis. Proses menuju masa dewasa ini pun tidak menutupkan kemungknan bahwa sudah dewasa dan matang dalam segala aspek. Karena umur tidak menentukan dia dewasa dan matang. Tentu sikap kekanak-kanan masih melekat.
De fakto menunjukkan bahwa kecendrungan kaum muda ingin untuk hidup bebas dan leluasa. kebebasan itu pada akhirnya melemahkan pendidikan dari keluarga. Etika sopan santun yang diajarkan diabaikan dan lebih mengutamakan keinginan sendiri. sehingga kaum remaja masih dibutuhkan bimbingan. Agar mereka bisa memilah baik dan buruk. pada awal mula Allah menciptakan semua baik adanya (kej,1;1-25) . dan tidak hanya pada itu Allah juga memberikan kebebasan kepada manusia.
Tetapi kebebasan tidak dimanfaatkan oleh manusia. Sehingga segala sesuatu yang itu diporakporandakan oleh kebobrokan manusia. Untuk mengatasi persoalan dan tantangan yang dialami kaum remaja sekarang adalah orangtua sendiri. orangtua sebagai protektor harus bersikap tegas mengarahkan anak untuk menghidupi nilai-nilai agama agar anak-anak yang masih remaja lebih bijaksana dalam menggunakan teknologi dan bijaksana dalam beradaptasi dan mengutamakan nilai-nilai moral. Dalam hal ini peran Guru juga diikutsertakan guru tidak hanya mengajar tetapi guru haru menjadi teladan yang baik untuk para siswa secara khusus dalam hal moral. Megajarkan hidup yang penuh tata tertip agar para siswa juga bersikap dengan disiplin. Dengan demikian kedisiplinan moral yang mereka hidupi dapat memberi dampak yang positif baik bagi diri sendiri maupun masyarakat (murni, 2021).
Penutup
Dari ulasan diatas bukan sebagai bukan sebagai solusi mutlak tetapi sebagaimana kita tahu zaman sekarang bukanlah zaman yang statis, melainkan dinamis dan selalu menampilkan hal-hal yang baru dalam kehidupan manusia. Manusia memang pada kodratnya adalah bebas dan ingin mencari tahu. Keingitahuan manusia ini membuat dia untuk terus mencari. Dan dalam proses mencari harus terarah pada nilai yang positif berdasarkan pada nilai moral.
Pada zaman ini semua hal dapat dicari dan ditemukan dalam hitungan detik. Namun, manusia harus menyadari bahwa Teknologi diciptakan untuk manusia bukan manusia diciptakan untuk Teknologi. Untuk itu manusia tidak menjadi budak bagi teknologi. Tetapi bagaimana menggunakan teknologi sesuai jalannya. Jika larut dalam teknologi maka relasi kita akan kacau balau karena yang jauh didekatkan dan yang dekat dijauhkan. Untuk itu kaum remaja harus memiliki komitmen yang kuat dalam mengahadapi agar tidak muda digongcangkan oleh arus teknologi dan budaya asing. paus frasikus pernah mengatakan untuk kaum muda bahwa You are the no. ungkapan ini maumengatakan bahwa kaum muda untuk mengisi hidup dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat demi masa depat.

Daftar pustaka
Dwi Meinanto,Bobby Kurnia Putrawan, Amran Simangunsong, Degradasi Moral Generasi Z: Tinjauan Etis Teologis terhadap Phubbing, IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, Vol.3, No.1, April 2022, hal,21-32.
Jesly Nurlatu, Marlina Tafonao, Teramosin, David Eko Setiawan ,Degradasi Moral Pada Kaum Muda Kristen:
Sebuah Upaya Pembinaan Warga Gereja , CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika, Vol. 2, No. 2, November 2021,hal.
Diah Ningrum,Kemerosotan Moral Di Kalangan Remaja: Sebuah penelitian Mengenai Parenting Styles dan Pengajaran Adab, UNISIA, Vol. XXXVII No. 82 Januari 2015, hal.19-29.
Marsen C, Neviyarni S, Irda Murni, Peran orang tua dan guru dalam mengembangkan moral peserta didik sekolah dasar di era revolusi industri 4.0, JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 6, No. 1, 2021, hal. 49-52.
https://news.republika.co.id/berita/oew0yb361/97-persen-remaja-indonesia-pernah-mengakses-pornografi di akses pada tanggal 07/11/2023.
https://kbbi.web.id/remaja di akses pada tanggal 08/12/2023.

Comments
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy